
Para pedagang pusat pasar Horas, jalan Merdeka Siantar di hebohkan dengan penemuan kentang bertulis Lafal ALLAH pada Selasa (24/2) pukul 11 : 00 WIB, oleh seorang pedagang klontong yang kesehariannya menyambi sebagai tukang kupas kentang.
Informasi yang berhasil di himpun Star Pos, dari sekitar pasar Horas menuturkan, kentang itu di temukan Susilawati (58) warga jalan Seram bawah No 80 C kelurahan Bantan, kecamatan Siantar Barat, yang merupakan pemilik kios klontong di gedung III BT 2, tepatnya di bawah tangga penyeberangan yang menghubungkan gedung III dengan IV pasar Horas.
Susi yang kesehariannya menerima orderan kentang bersih (Tanpa kulit) dari beberapa rumah makan di kota Siantar, tiba-tiba menemui kentang yang bertuliskan lafal Allah. Setelah menemukan kaligrafi tersebut, Susi memotongnya hingga 8 keping (potong,red). Ternyata ke-8 potongan kentang tersebut, juga bertuliskan kaligrafi yang berlainan bentuk.
Susi merasa takjub, berselang beberapa menit kemudian, anaknya bernama Sofyandi (28) datang hendak memakan kentang yang di kiranya adalah biscuit. Kepada anaknya itu Susi menjelaskan, tentang kentang yang tergolong unik tersebut. Lalu Sofyandi bercerita keunikan kentang kepada teman mereka sesama pedagang.
Dalam hitungan menit, kios kelontong milik Susi langsung ramai oleh puluhan pedagang pasar Horas. Saat di temui Star Pos, Selasa (24/2) di kiosnya, sekitar pukul 15 : 30 WIB, Susi mengatakan, dirinya sama sekali tidak menduga kalau pada kentang itu ada tertulis kaligrafi Arab. “Awalnya, saya salah potong,”ungkap Susi. Ditambahkannya, setelah terpotong langsung terlihat kaligrafi di dalamnya, dan Susi terus memotong kentang menjadi 8 potong. Tapi anehnya pada tiap potongan kentang itu, tulisan kaligrafinya berbeda alias tidak ada yang sama. “Yang jelas, sudah puluhan tahun saya bekerja sebagai pedagang dan pengupas kentang dan baru kali ini saya menemukan kentang aneh, “ucapnya lagi.
Hal itu di benarkan anaknya Sofiyandi. Kepada wartawan Koran ini Sofiyandi mengatakan, dirinya mengira kentang yang bertuliskan kaligrafi tersebut adalah makanan (roti,red). “Hampir saja mau ku makan bang, ”katanya. Setelah di jelaskan oleh ibunya, baru Sofiyandi sadar dan langsung memberitahukan penemuan tersebut kepada pedagang lain.
“Ibu berjualan di sini dan mengupas kulit kentang mulai dari kecil dan tidak pernah di temukan hal yang demikian, “ujarnya. Dilain pihak, salah seorang pedagang daging, Galung (47) warga jalan Tanah Jawa No 17 kelurahan Melayu, kecamatan Siantar Utara mengatakan, hal itu merupakan bukti dari kebesaran Tuhan. “Memang sering kita lihat dan dengar melalui media, tentang penemuan seperti ini. Namun baru kali ini terjadi di pusat pasar Horas ini,”ungkap Galung yang ikut menyaksikan kentang aneh tersebut. Menanggapi hal itu, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Pematangsiantar mengatakan, hal itu merupakan bentuk keagungan dan kebesaran Allah. Keajaiban seperti itu sudah sering terjadi. “Dulu juga pernah di beritakan penemuan pohon yang berbentuk kalimah Syahadat, di Jerman, tomat yang bertuliskan lafal Allah, Awan yang berbentuk lafal Allah dan lain-lain, “ujarnya. Pada hakikatnya, yang namanya makhluk hidup harus berzikir kepada NYA, baik itu manusia, tumbuhan dan hewan, termasuk juga yang gaib. Hanya saja kebanyakan manusia lupa untuk berzikir kepada Nya, sedangkan tumbuhan dan hewan tidak pernah lupa untuk berzikir. “Intinya sesuai dengan firman Allah, manusia itu di suruh untuk membaca dan berzikir. Membaca dalam artian yang tertulis dan yang tersirat. Yang tersirat ini bisa saja seperti membaca gejala alam atau yang tidak tertulis. Kita harus bisa membaca gejala alam. Bisa saja ini merupakan sebuah pertanda, peringatan atau sebagainya. Sekarang apakah umat Islam sadar dan mengerti tentang tanda-tanda tersebut?, ungkapnya menggugah.













