Facebooker Dunia Capai 325 Juta

Pengguna situs jejaring sosial Facebook telah mencapai 325 juta user dari seluruh dunia. Angka tersebut merupakan raihan sampai akhir pekan lalu. Dari 325 juta pengguna tersebut, facebooker Indonesia mencapai 11.759.980 user per Senin (9/11).
Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi ke 7 sebagai negara pengguna Facebook terbesar di dunia. Dan dari 11 juta pengguna lebih tersebut, 47,04 persen di antaranya merupakan pengguna aktif.

Adapun urutan negara dengan pengguna terbanyak adalah Amerika Serikat, Inggris, Turki, Perancis, Kanada, Italia, Indonesia, Spanyol, Australia, dan Filipina.

Yang menarik, selisih jumlah pengguna Facebook di Indonesia dengan pengguna dari negara maju seperti Italia, Kanada, Perancis, hanya sekitar 1,6 juta pengguna saja. Bahkan pengguna Facebook asal Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan Spanyol dan Australia.

Dalam seminggu terakhir, pengguna Facebook asal Indonesia tumbuh pesat, menempati peringkat 9 dari 10 negara dengan pertumbuhan pengguna tercepat. Dalam kurun waktu tersebut, terdapat 752.640 pengguna Facebook baru. Meski hanya tumbuh 6,84 persen, tetapi pertambahan penggunanya paling besar dibanding negara lainnya.

Adapun urutan negara dengan pertumbuhan pengguna Facebook terbesar adalah Polandia (12,46%), Thailand (10,96%), Portugal (9,81%), Afrika Selatan (9,25%), Taiwan (7,82%), Romania (7,65%), Jerman (7,54%), Malaysia (7,43%), Indonesia (6,84%), dan Irak (6,72%).


Perusahaan AS Larang Facebookan Jam Kerja

Lebih dari separuh perusahaan AS tak mengizinkan pegawainya membuka jejaring sosial seperti Facebook, MySpace atau Twitter, sewaktu mereka bekerja, demikian hasil satu survei baru. Lima-puluh-empat persen kepala petugas penerangan (CIO) bagi 1.400 perusahaan yang disurvei di seluruh Amerika Serikat mengatakan pekerja "dilarang sama sekali" mengunjungi jejaring sosial sewaktu mereka bekerja.

Sembilan persen mengatakan semua pegawai diperkenankan mengunjungi jejaring sosial "hanya untuk urusan bisnis", sementara 16 persen mengatakan mereka mengizinkan "penggunaan pribadi secara terbatas".

Sembilan persen dari mereka yang disurvei mengatakan tak ada pembatasan mengenai kunjungan ke jejaring sosial di tempat kerja.

Survei atas 1.400 perusahaan dengan sedikitnya 100 pegawai itu disiarkan pekan ini dan dilakukan oleh satu perusahaan penelitian independen bagi Robert Half Technology, penyedia profesional teknologi informasi yang berpusat di California.

Survei tersebut memiliki margin kesalahan, kurang-lebih, 2,6 persen.

Dave Willmer, Direktur Pelaksana Robert Half Technology, mengatakan, "Penggunaan laman jejaring sosial mungkin mengalihkan perhatian pegawai jauh dari prioritas mendesak mereka, sehingga dapat dimengerti bahwa sebagian perusahaan membatasi akses karyawan mereka."

"Namun, bagi sebagain profesi, laman ini dapat disejajarkan dengan perangkat bisnis yang efektif, yang mungkin menjadi sebab mengapa satu dari lima perusahaan mengizinkan penggunaan jejaring itu untuk urusan yang berhubungan dengan pekerjaan," katanya.
Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl